Senin, September 26, 2011

Meraih Puncak Tertinggi di Pulau Jawa

Gunung Semeru terletak di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Gunung dengan ketinggian 3676 meter di atas permukaan laut (dpl) ini cukup terkenal di kalangan pendaki lokal maupun mancanegara. Pesona alam khas pegunungan yang sangat indah dan memiliki ciri khas tersendiri membuat gunung tertinggi di pulau Jawa ini menjadi tujuan utama para pendaki gunung yang berada di pulau Jawa.

Gunung ini memiliki 3 danau alami, seperti Ranupane dan Ranuregulo yang berada di start point pendakian dan Ranukumbolo yang berada di tengah-tengah perjalanan saat menuju puncak Semeru. Selain itu tumbuhan khas pegunungan yaitu bunga edelweis yang dilindungi banyak terdapat disini.

Terdapat banyak jalur pendakian untuk menuju puncak Semeru, salah satunya dari stasiun Malang di kota Malang. Dari kota Malang, tepatnya kecamatan Tumpang, tersedia jeep menuju start point dengan tarif Rp 30 ribu per-orang. Jeep ini juga dapat disewa dengan tarif Rp 450 ribu per hari. Surat keterangan sehat juga diperlukan untuk mendaki gunung ini.

Setelah menempuh perjalanan selama 2-3 jam dengan jeep, sampailah kita di Ranupane yang menjadi start point Semeru. Tepat di pinggir danau ini terdapat pos pendakian. Di pos pendakian para pendaki diwajibkan membayar tiket masuk yang di dalamnya sudah termasuk asuransi pendakian. Setelah urusan administrasi beres barulah perjalanan menuju puncak tertinggi pulau Jawa dimulai dengan berjalan kaki.

Perjalanan dimulai dari ketinggian 2200 m dpl. Di awal perjalanan terdapat tanjakan yang sangat terjal, para pendaki menyebutnya dengan tanjakan selamat datang. Setelah melewati tanjakan selamat datang, jalan yang dilalui tidak begitu terjal namun perjalanan menuju Ranukumbolo termasuk track panjang yang membosankan.

Danau Ranukumbolo pada malam hari.

Danau Ranukumbolo pada pagi hari.

Setalah menempuh waktu kurang lebih 3 jam berjalan kaki akhirnya sampai juga di Ranukumbo. Di sepanjang jalan dari start point ke Ranukumbolo terdapat beberapa pondokan yang disediakan pengelola sebagai tempat peristirahatan. Di pinggir danau terdapat rumah peristirahatan yang tidak terawat. Rumah peristirahatan tersebut tampak menyeramkan, terlebih dengan adanya monumen pendaki yang meninggal disampingnya.


Di Ranukumbolo yang memiliki mata air ini, para pendaki dapat mendirikan tenda untuk beristirahat. Udara dingin dan angin khas pegunungan yang bersih dapat dirasakan para pendaki di danau ini.

Puas dengan pesona danau Ranukumbolo, track terjal menanti. Track ini dinamakan "Tanjakan Cinta". Konon, orang yang melewati tanjakan ini sambil memikirkan orang yang dicintainya tanpa menoleh ke belakang, maka orang yang dia cintai akan menjadi jodohnya. Setelah berhasil melewati tanjakan cinta, track yang dilalui cukup landai yaitu "Oro-oro ombo".

Oro-oro ombo adalah padang rumput yang sangat luas. Padang rumput ini sering dijadikan pendaratan darurat helikopter, bahkan pesawat ringan.


Oro-oro ombo. Savana luas nan panas...

Jalur terjal kembali ditemui setelah melewati oro-oro ombo. Pohon-pohon besar dan pemandangan pegunungan akan didapat selama perjalanan. Setapak demi setapak jalan terjal dilalui. Dan saat puncak gunung Semeru terlihat semangat untuk mencapai puncaknya semakin besar. Langkahpun dipercepat untuk mencapai camp berikutnya yaitu Kalimati.

Kalimati adalah lembah dan padang rumput. Saat gunung Semeru meletus, lahar dari puncak akan melewati kawasan ini.

Disini juga terdapat sumber mata air yang menjadikan tempat ini sangat cocok untuk camp setelah Ranukumbolo. Udara di Kalimati sangat dingin bahkan terik matahari tidak bisa merubah udara yang dingin menjadi hangat.

Dari Kalimati dibutuhkan 4-5 jam untuk menuju puncak Semeru. Para pendaki tidak perlu membawa barang terlalu. banyak saat menuju puncak mengingat jalur yang didaki sangatlah terjal.

Semakin dekat dengan puncak Semeru perjalanan terasa semakin berat. Sesampainya di lautan pasir setelah pos Arcopodo, track semakin terjal dan oksigen semakin menipis. Ditambah lagi udara yang sangat dingin. Saking terjalnya, berjalan dua langkah akan mundur satu langkah. Karena itu dibutuhkan gerak yang cepat saat melangkah. Disinilah mental dan kesabaran para pendaki sangat diuji.

Berhasil melewati lautan pasir, berarti kita sampai di puncak Mahameru, puncak tertinggi di pulau Jawa. Disambut matahari pagi yang hangat dan kawah Jongging Saloka yang masih aktif mengeluarkan awan panas.

Perasaan lega dan senang bercampur aduk menjadi satu, pesona lama yang menakjubkan tergambar disini. Terlihat pula gunung-gunung disekitarnya seperti gunung Argopuro dan gunung Arjuno. Tidak hanya itu, garis pantai dan jalur yang tadi dilewati terlihat jelas. Sujud syukur bukanlah hal yang aneh saat sudah mencapai Mahameru. Dan disinilah kebesaran Sang Ilahi dapat dilihat dan dirasakan.



Team @Mahameru, 07:14am.

Perjalanan pulang jauh lebih terasa cepat. Dari puncak sampai Kalimati hanya dibutuhkan satu jam perjalanan. Dan langsung bisa dilanjutkan menuju Ranupane. Di Ranupane terdapat kamar mandi umum, jadi pendaki bisa membersihkan dirinya sebelum menuju kota Malang.


Seperti dikutip dari Rel Ed V/11.

Jumat, Agustus 12, 2011

Tentang Big Fams

Beberapa jam yg lalu gue berbuka puasa dengan rekan2 big fams di Ampera, Matraman. Oiya, sebelumnya gue jelasin, big fams itu adalah genk kecil gendeng di sebuah kampus yg anggotanya terdiri dari, Dono alias Donce, Ian alias Lontong, Enjang alias kang Amar, Danny alias Bedul, Pak Asep alias Pak Kumis, Danik, Evy alias Semut, Lina alias Lince, Henny alias Hendol, Winny, Mba As, Mba Nana, dan gue sendiri.
Kali ini yg punya hajat adalah pak kumis. Do'i abis selesai sidang skripsi hari ini dapat nilai yg lumayan. Memang, sebenarnya big fams sudah sering sekali ngadain acara kayak gini. Bisa dilihat di postingan kere ini dan ini. Namun kali ini, entah kenapa, gue rasa acara makan2 ini sangat beda...


Prolog:

Ini dimulai ketika semester pertama perkuliahan dimulai. Gue yg waktu itu kebagian tugas presentasi mata kuliah PPKN, mendapatkan kelompok dengan anggotanya mba As, Lina dan Winny. Dari sini, entah kebetulan atau memang direkayasa, setiap kali ada pembentukan kelompok di perkuliahan semester berikutnya, kami selalu satu kelompok (emang aslinya rekayasa pak Kumis, coz doi selalu jd ketua kelas).
Kecocokan diantara kami ternyata tidak hanya di lingkungan kampus saja, waktu senggang di luar kampus pun tidak jarang kami habiskan bersama. Sekedar makan2 dan jalan2, ke Garut, Tasik, pernah kami lakukan. Bahkan, kami juga mengenal anggota keluarga satu sama lain dan pernah jalan bareng ke pantai carita, pandeglang. Maka ngga aneh si Evy Semut menamai genk ini dengan "Big Fams".

Donce = Humoris dan Supel. menghidupkan suasana. Ga ada lu ga asiklah, don!
pak Asep = Phlegmatis damai sebagai teman, senior yg baik lah.
Lontong = Mudah diajak bergaul, menyenangkan, ada aja kalau ngecengin orang.
Enjang = Pendengar yang baik, santai orangnya. Tapi kapan nikah bro?
Bedul = Konsisten, petualang, diam-diam menghanyutkan (apa cepirit. :D).
Winny = Penyabar tapi manja. Tapi juga perhatiannya tinggi. top lah.
Lina = Penyayang dan kuat. Bagi gue, lu udah kayak kakak gue, lin! :D
Mba As = Pinter, Jenius, Displin. Hebat lah kalau mba as mah.
Mba Nana = Periang tapi narsis.


Epilog:


Malam ini gue mengenang, sudah sekian lama big fams melalui suka duka kuliah bareng2 di kampus tercinta. Yahh... mengenang saat2 suka duka menjalani kuliah. Sukanya adalah, kebet-kebetan saat UTS atau UAS. Gue kangen dengan kebetan forward-an email summary kisi-kisi ujian yg diperkecil 20%, kangen dengan kebetan via bbm, kangen juga dengan cara pak kumis kalau ngebet. kan biasanya doi kalau ngebet ga gemen-gemen, bawa kertas tanpa diperkecil atau buka buku sekalian. hahaa...
Dukanya adalah... ini yg gue baru rasakan. Setelah semua malam tadi, apakah kita bisa mudah bertemu kembali, sekedar hanya untuk makan2 dan jalan2? Apakah kita bisa mudah kongkow bareng lagi, sekedar untuk tanding di Kenari sambil ngobrol ngalor ngidul? Ataukah kita bisa kumpul lagi sekedar untuk belajar bareng dikost-an Winny setelah nanti kita wisuda?

Dan gue merasa, ikatan keluarga diantara Big Fams begitu kuat akhir-akhir ini...

Hmm... itulah kehidupan. Seringkali merasa penyesalan untuk membuat momen dengan kawan SD, SMP, SMA, atau kuliah, pas ketika masa akhir studi. Padahal sebenarnya, momen2 mengesankan ketika kuliah, sangat asik kita ceritakan buat anak cucu. Intinya, kuliah kalau lempeng2 aja, ga asik gitu lho gan.

Dan gue mau mengutarakan kepada big fams, "Thank you for making my college days more colorful..."




Rabu, April 13, 2011

Overdosis Keoptimisan

Beberapa saat yang lalu, pertandingan Liga Champion Eropa leg 2 antara Chelsea versus Manchester United usai. Sebelumnya, gue sempat optimis bahwa Chelsea akan mengalahkan MU pada pertandingan kali ini. Tanpa ragu gue terima bet dengan beberapa teman untuk kemenangan the blues.

Namun ternyata, “keterlaluan” optimis gue berbuah kekecewaan. Setan Merah kembali memusnahkan ambisi the Blues untuk meraih trofi prestisius benua biru untuk kedua kalinya.

Antara kesal dan kecewa, gue interpretasikan kekalahan the blues ini dalam kehidupan gue. Selama ini dalam segala hal pemikiran dan keputusan yang gue jalani, terlampau optimis. Seakan hal tersebut bakal gue raih dengan mudah. Seperti dalam pekerjaan, gue begitu yakin dan optimis bahwa dapat bakal diterima di BI, instansi yang gue impikan. Padahal dalam kenyataannya, hal tersebut belum tentu gue capai. Usaha yang mengarah ke hal gue diterima di BI pun tidak ada. Ini tentu berarti gue mengedepan hasil yang belum tentu daripada usaha yang harusnya diawal. Terlalu banyak bermimpi dan berangan, sehingga waktu yang seharusnya digunakan untuk persiapan malah hilang dalam buaian keoptimisan yang membutakan hati.

Dan... apakah gue mengalami overdosis keoptimisan?

Selasa, Agustus 17, 2010

Kangen Lagu Lama

Serius... Malem ini gw lagi kangen banged sama lagu2 lama...

Dan malam ini gw lagi dengerin salah satu lagu favorit gw waktu SD dulu (rentan taon 1995-1998). Judul lagunya Mungkinkah yg dinyanyikan oleh group Band Stinky.

Mungkin klo elu ABG sekitar tahun tersebut, elu pasti tau ato pernah denger lagu ini. Lagu ini dulu dinyanyikan oleh salah satu pelawak favorit gw, Andre Taulany (vokalis), Irwan (bass), Nanno (gitar) Edy (drum) dan Ndang.

elu bisa download lagunya disini.

Oh iya, gw tulis juga nih lirik lagunya. cekidot....

MUNGKINKAH - STINKY

Tetes air mata basahi pipiku
Di saat kita kan berpisah
Terucapkan janji padamu kasihku
Takkan kulupakan dirimu

Begitu beratnya kau lepas diriku
Sebut namaku jika kau rindukan aku
Aku akan datang

Mungkinkan kita kan slalu bersama
Walau terbentang jarak antara kita
Biarkan kupeluk erat bayangmu
Tuk melepaskan semua kerinduanku

Lambaian tanganmu iringi langkahku
Terbersit tanya di hatiku
Akankah dirimu kan tetap milikku
Saat kembali di pelukanku

Begitu beratnya kau lepas diriku
Sebut namaku jika kau rindukan aku
Aku akan datang

Mungkinkan kita kan slalu bersama
Walau terbentang jarak antara kita
Biarkan kupeluk erat bayangmu
Tuk melepaskan semua kerinduanku

Kau kusayang
Slalu kujaga
Takkan kulepas selamanya

Hilangkanlah
Keraguanmu pada diriku
Di saat kujauh darimu

However, nice song lah....

Jumat, Agustus 13, 2010

Tentang Puasa Anak Kost-an

Ga kerasa udah 3 hari berjalan puasa tahun ini. Berarti ini adalah puasa tahun ke-4 gw sebagai anak kost. weww....

Klo emang perlu dirasa, menjalani puasa sebagai anak kost itu sejatinya menderita. Tanya aja sama temen2 yg ngerasain. Gimana engga coba? udah mah ga makan, buka en sahur juga seadanya. Ga kayak di rumah sendiri yang biasa tersedia dan enak-enak.

Share mengenai tahun pertama gw puasa sebagai anak kost di tahun pertama, waktu itu gw ngekost di daerah Pegangsaan, Menteng, Jakpus. Ini adalah masa2 pertama gw ngekost, apalagi waktu itu gw ngekost baru 2 mingguan. ga enak banged lah. Ga enaknya adalah, warteg terdekat jauh banged bho.... sekitar 900 m jalan kekong (waktu itu belum punya motor sendiri).

Pernah gw waktu buka pager pintu depan pas mau beli sahur, berpas pasan sama temen kost yg nyalain motor mau beli makanan. Ngarep-ngarep dalam hati sih smoga diajak gitu. Tp ternyata do'i cuma senyum lalu langsung cabut gitu aja. Yahhh... akhirnya ngegedein betis dulu sebelum sahur.

Klo tahun ke-2, gw puasa di apartemen kantor yang ada di bilangan kemayoran. Ga enaknya disini adalah, makanan sekitar apartemen mahal banged bho'. Apalagi apartemen gw waktu itu ada di lt 12. Tiap hari, dengan muka lecek en setengah nyawa, gw harus turun ke bawah dulu klo mau beli sahur. Masa bodo klo kadang2 gw pas-pasan sama tetangga en ncik-ncik cakep yg baru pulang entah dari mana. Maklum, kebanyakan yg tinggal di apartemen ini adalah etnis tionghoa.

Tahun ke-3 ini gw ngekost di daerah tegalan, depan gramedia matraman. Ini adalah puasa yg paling aneh. Bayangin aja, tiap sahur, gw harus kejar-kejaran dulu sama si Hugo (anjing tetangga jenis argentino). Sebenarnya anjing ini adalah anjing komplek yang biasa ngeronda di malam hari. Masalahnya, jalan tempat kost ke warteg langganan gw itu ada tempat dimana si Hugo ini nongkrong ngeronda. Hari sahur petama, gw ga takut pas ngelewatin dia. Tapi kok pas jarak 2 meter, tiba2 si asyu ini ngejar daku bho'....

Jadilah gw tiap malem harus muter jalan dulu biar ga ketemu si Hugo ini.

Hmm... dasar emang anjing iseng. Kadang dia ketemu gw juga di jalan lain. Ato malah suatu malam pas gw mo beli sahur, dia udh nongkrong di depan pager kost-an gw. Walhasil, gw cuma sahur mie instant aja mala itu.

Temen kost-an gw bilang "mungkin elu punya hutang kali ama dia, men." pala lu peyang. Gimana bisa hutang. Dia aja kali iseng ngejar gw.
"Mungkin dia naksir ama elu kali, chan." kata temen kampus gw. Wuihhh... sadaapp. Hugo iku asyu lanang. Moso naksir karo aku.

"Ya mungkin si hugo itu Homo." kata dia lagi.
hmmm..... mungkin lu bener.

Pokoknya, tahun itu lah puasa gw ga enak. Ancur gara2 seekor asyu homo. (kapan2 gw up load poto si Hugo)

Klo tahun ini, so far so gud lah. Pindah kost tapi ga begitu jauh dari kost-an lama. Belum sampe kejar2an sama si hugo coz gw so far selalu berhasil puter jalan menghindari tempat dia mangkal. hehe....

Seperti biasa, puasa sambil menjalani aktivitas ngantor + ambil Semester Pendek, cukup menguras tenaga. Walo begitu, gw berharap semoga puasa tahun ini lebih baik dari puasa gw tahun2 sebelumnya, agar gw merasakan kemenangan hakiki di hari lebaran nanti.