Gunung ini memiliki 3 danau alami, seperti Ranupane dan Ranuregulo yang berada di start point pendakian dan Ranukumbolo yang berada di tengah-tengah perjalanan saat menuju puncak Semeru. Selain itu tumbuhan khas pegunungan yaitu bunga edelweis yang dilindungi banyak terdapat disini.
Terdapat banyak jalur pendakian untuk menuju puncak Semeru, salah satunya dari stasiun Malang di kota Malang. Dari kota Malang, tepatnya kecamatan Tumpang, tersedia jeep menuju start point dengan tarif Rp 30 ribu per-orang. Jeep ini juga dapat disewa dengan tarif Rp 450 ribu per hari. Surat keterangan sehat juga diperlukan untuk mendaki gunung ini.
Setelah menempuh perjalanan selama 2-3 jam dengan jeep, sampailah kita di Ranupane yang menjadi start point Semeru. Tepat di pinggir danau ini terdapat pos pendakian. Di pos pendakian para pendaki diwajibkan membayar tiket masuk yang di dalamnya sudah termasuk asuransi pendakian. Setelah urusan administrasi beres barulah perjalanan menuju puncak tertinggi pulau Jawa dimulai dengan berjalan kaki.
Perjalanan dimulai dari ketinggian 2200 m dpl. Di awal perjalanan terdapat tanjakan yang sangat terjal, para pendaki menyebutnya dengan tanjakan selamat datang. Setelah melewati tanjakan selamat datang, jalan yang dilalui tidak begitu terjal namun perjalanan menuju Ranukumbolo termasuk track panjang yang membosankan.
Danau Ranukumbolo pada malam hari.
Danau Ranukumbolo pada pagi hari.Setalah menempuh waktu kurang lebih 3 jam berjalan kaki akhirnya sampai juga di Ranukumbo. Di sepanjang jalan dari start point ke Ranukumbolo terdapat beberapa pondokan yang disediakan pengelola sebagai tempat peristirahatan. Di pinggir danau terdapat rumah peristirahatan yang tidak terawat. Rumah peristirahatan tersebut tampak menyeramkan, terlebih dengan adanya monumen pendaki yang meninggal disampingnya.
Di Ranukumbolo yang memiliki mata air ini, para pendaki dapat mendirikan tenda untuk beristirahat. Udara dingin dan angin khas pegunungan yang bersih dapat dirasakan para pendaki di danau ini.
Puas dengan pesona danau Ranukumbolo, track terjal menanti. Track ini dinamakan "Tanjakan Cinta". Konon, orang yang melewati tanjakan ini sambil memikirkan orang yang dicintainya tanpa menoleh ke belakang, maka orang yang dia cintai akan menjadi jodohnya. Setelah berhasil melewati tanjakan cinta, track yang dilalui cukup landai yaitu "Oro-oro ombo".
Oro-oro ombo adalah padang rumput yang sangat luas. Padang rumput ini sering dijadikan pendaratan darurat helikopter, bahkan pesawat ringan.
Oro-oro ombo. Savana luas nan panas...Jalur terjal kembali ditemui setelah melewati oro-oro ombo. Pohon-pohon besar dan pemandangan pegunungan akan didapat selama perjalanan. Setapak demi setapak jalan terjal dilalui. Dan saat puncak gunung Semeru terlihat semangat untuk mencapai puncaknya semakin besar. Langkahpun dipercepat untuk mencapai camp berikutnya yaitu Kalimati.
Kalimati adalah lembah dan padang rumput. Saat gunung Semeru meletus, lahar dari puncak akan melewati kawasan ini.
Disini juga terdapat sumber mata air yang menjadikan tempat ini sangat cocok untuk camp setelah Ranukumbolo. Udara di Kalimati sangat dingin bahkan terik matahari tidak bisa merubah udara yang dingin menjadi hangat.
Dari Kalimati dibutuhkan 4-5 jam untuk menuju puncak Semeru. Para pendaki tidak perlu membawa barang terlalu. banyak saat menuju puncak mengingat jalur yang didaki sangatlah terjal.
Semakin dekat dengan puncak Semeru perjalanan terasa semakin berat. Sesampainya di lautan pasir setelah pos Arcopodo, track semakin terjal dan oksigen semakin menipis. Ditambah lagi udara yang sangat dingin. Saking terjalnya, berjalan dua langkah akan mundur satu langkah. Karena itu dibutuhkan gerak yang cepat saat melangkah. Disinilah mental dan kesabaran para pendaki sangat diuji.
Berhasil melewati lautan pasir, berarti kita sampai di puncak Mahameru, puncak tertinggi di pulau Jawa. Disambut matahari pagi yang hangat dan kawah Jongging Saloka yang masih aktif mengeluarkan awan panas.
Perasaan lega dan senang bercampur aduk menjadi satu, pesona lama yang menakjubkan tergambar disini. Terlihat pula gunung-gunung disekitarnya seperti gunung Argopuro dan gunung Arjuno. Tidak hanya itu, garis pantai dan jalur yang tadi dilewati terlihat jelas. Sujud syukur bukanlah hal yang aneh saat sudah mencapai Mahameru. Dan disinilah kebesaran Sang Ilahi dapat dilihat dan dirasakan.


Team @Mahameru, 07:14am.Perjalanan pulang jauh lebih terasa cepat. Dari puncak sampai Kalimati hanya dibutuhkan satu jam perjalanan. Dan langsung bisa dilanjutkan menuju Ranupane. Di Ranupane terdapat kamar mandi umum, jadi pendaki bisa membersihkan dirinya sebelum menuju kota Malang.
Seperti dikutip dari Rel Ed V/11.

